Yuni Shara

29 October 2015

Perempuan bertubuh mungil ini lahir di kota Apel Jawa Timur. Kakak dari diva Indonesia Krisdayanti mempunyai nama asli Wahyu Setyaning Budi atau yang lebih akrab dipanggil Yuni Shara. Bersama dengan Nina Tamam, Iga Mawarni, Rika Roeslan dan Andien, Yuni membentuk kelompok vokal bernama 5 wanita.

Di Industri tarik suara Yuni Shara ini sudah mengeluarkan album diantaranya ‘Jatuh Cinta Lagi”, “Hilang Permataku”, “Salah Tingkah” dan masih banyak lainnya. Karir Yuni sudah terlihat sejak di masa kanak-kanak. Yuni sering mengikuti lomba menyanyi sejak kevil sampai menginjak bangku SMP. Saat SMA Yuni sempat mengikuti Festival Bintang Radio & Televisi dan berhasil membawa pulang piala kedua. Setelah festival karirnya di bidang tarik suara mulia terlihat dan mendapat tawaran rekaman bersama dan bergabung dalam Billboard All Star.

Album pertama Yuni rilis ditahun 1991 berjudul Kasmaran dan melejitkan lagu “Jatuh Cinta Lagi”. Album ini membuat nama Yuni lumayan dikenal, meski albumnya tifak meledak. Ditahun yang sama, Yuni mengikuti North Sea Jazz Festival di Belanda sebagai backing vocal Bhaskara Band bersama Irma June.

Yuni kembali merilis album mini perdana sekaligus album keduanya yang berjudul Hilang Permataku yang berisikan lagu-lagu daur ulang dan berhasil meledak dipasaran. Setelah mengeluarkan album kedua, album ketiganya berjudul Salah Tingkah dan album pertamanya tanpa memuat lagu-lagu lama melainkan lagu baru. Sayangnya album ini terbilang ggal di pasaran padahal lagu baru yang dibawakannya diciptakan oleh Katon Bagaskara. Sepertinya tahun 1996 merupakan tahun keberuntungan bagi Yuni, karena karirnya melesat ke muncak lewat album “Mengapa Tiada Maaf”, album ini mendapat 4 platium dari BASF dan ditahun yang sama Yuni mengeluarkan album soundtrack serial silat “Return Of The Condor Heroes” dan kembali memperoleh 3 buah platinum dari BASF. Jadi, selama tahun 1995 Yuni meraih tujuh platinum dari BSAF.

Yuni sudah menikah 2 kali, pertama dengan Raymond Manthey di tahun 1993 dan hanya bertahan sekitar 4 bulan. Dua tahun kemudian Alumni jurusan Keuangan dan Perbankan Universitas Borobudur Jakarta angkatan 1991 ini menikah dengan pengusaha Henry Siahaan duda beranak 2, yang juga mantan suami artis dan penyanyi Nur Afni Octavia. Pernikahan mereka seakan mendapatkan cobaan sejak awal, selain selisih umur 15 tahun yuni & henry mempunyai keyakinan yang berbeda dan pernikahan mereka tidak berpayung hukum selama 5 tahun. Keduanya menikah dibawah tangan sejak 1997 dan pada tanggal 7 Agustus 2002 pernikahan mereka disahkan di Perth, Australia. Empat hari kemudian pasangan ini mendaftarkan pernikahannya di Indonesia.

Setelah bertahun-tahun berusaha untuk memiliki keturunan sendiri, Yuni-Henryakhirnya memutuskan untuk meng-adopsi anak laki-laki bernama Cavin Obrient Salomo Siahaan. Penantian pasangan ini akhirnya terwujud, di tahun pernikahannya yang ke-7 akhirnya Yuni melahirkan anak laki-laki yang diberi nama Cello Obient Siahaan. Baru sebentar menikamti kebahagian bersama buah hati, Februari 2007 Henry malah harus mendekam di penjara terkait dugaan korupsi atas pengadaan alat komunikasi dan jaringan komunikasi untuk detasemen 88 dan di tahun 2008, Yuni resmi bercerai dari Henry.

Lima tahun vakum, Yuni mengeluarkan album 35 yang dirilis bersamaan dengan sebuah buku tentang dirinya, 35 Cangkir Kopi Yuni Shara pas Ullang tahun Yuni yang ke-35. Buku ini ditulis oleh Tamara Geraldine yang berkolaborasi dengan Darwis Triadi. Diantara 9 lagu yang diusung Yuni, hanya ada satu lagu baru, yang berjudul "Sepi". Lagu ini diciptakan musisi Melly Goeslaw.

 

Sumber : Berbagai Sumber

Photo : Instagram Yuni Shara